RSS

Menjalankan kelas yang kompak dan berprestasi!

Kenapa harus kompak, karena kelas-kelas ini adalah perwujudan amal jama扞 untuk mempraktekkan persaudaraan sebagai bangunan yang kokoh, bunyaanun mashush (QS 61:4)
Dalam dunia kerja ini, mampu bekerja dalam tim yang melibatkan akhlak dan kecerdasan emosi tinggi, jauh lebih diperlukan dari kepandaian seseorang. Dalam kehidupan beragama, ini adalah amal bersama itu sendiri, bangunan yang kokoh yang dicintai Allah. Sinergi bekerjasama memungkinkan hasil yang didapat atau prestasi yang diraih akan jauh lebih bernilai.
Kelas yang kompak dan berprestasi dimulai dari guru yang hebat. Dan yang hanya dilakukan oleh guru yang hebat adalah sebagai berikut:
1.Guru yang hebat memulai dengan pemahaman otoritas kelas
Otoritas bisa kita perkenalkan dengan verbal, misalnya dengan:
Selamat datang di kelasku, aku senang bertemu denganmu. Ini kelasku, yang juga milikmu. Kalau di rumah, ayah bundamu adalah pemimpinmu, di sini, aku dan bapak A adalah pemimpinmu. insyaAllah kami akan memberikan yang terbaik untukmu, dan kita akan mengalami perjalanan seru selama setahun ke depan. Tugasku adalah membimbingmu dan memastikan pembelajaran berjalan sebagaimana mestinya. Tugasmu adalah banyak-banyak melakukan hal baik, karena hanya amal baiklah yang membuat kita bahagia.
Penandaan sebuah otoritas dengan perbuatan adalah: Anda harus berada di kelas 5 menit lebih awal dari anak murid yang pertama kali datang, itu otomatis memberikan anda otoritas. Perbuatan lebih utama dari kata-kata. Mengapa harus ada otoritas? Karena anda pemegang tanggungjawab, dan pemegang tanggungjawab harus mempunyai wewenang. Harga sebuah kehebatan adalah tanggungjawab. Tanggungjawab adalah sebuah nilai yang membuat seseorang itu hebat.
Anak-anak dan siswa butuh mengetahui otoritas dan belajar hidup bersamanya, dengan ujungnya pemilik segala otoritas adalah Allah.
2.Guru yang hebat membangun ekspektasi yang jelas sejak awal tahun, baik kepada anak murid, kepada orangtua dan terutama kepada dirinya sendiri. Komunikasikan juga ekspektasi detil per harinya/ per kegiatan.
Ekspektasi atau pengharapan, target, harus dikomunikasikan dengan baik. Harus dijaharkan, ditulis, dan anak-anak tahu apa yang akan mereka tuju selama bersama anda, atau selama berskolah di situ. Ekspektasi bisa juga disebut visi dan keyakinan.
Guru yang baik bisa menjelaskan, apa sebab kita melakukan apa yang sedang kita lakukan sekarang dan selanjutnya.
Hakikat guru adalah ia punya VISI dan KEYAKINAN bahwa hal itu akan tercapai. Guru menginspirasi kekuatan dan energi untuk mewujudkannya.
Mohondilihat highlight dan salplan.
3.Menginspirasi murid sehingga mengejar target berdasarkan kemauan sendiri
Misalnya:
Oke, dalam 6 bulam ke depan kita akan belajar tentang CUACA. Menemukan kehebatan Tuhan dalam makhluk bernama cuaca. Kita akan mengerahkan usaha sebaik mungkin. Mengasah otak kita, hati, rasa dan akhlak, dan aku yakin kita akan bersama-sama melakukannya. Bla bla
Guru itu menetapkan tujuan tanpa perlu menggiring pasukannya. Guru mendorong orang melakukan sesuatu dengan sukarela hingga dengan kekuatan dan keinginan mereka sendiri, anak-anak ini akan berlomba-lomba dan bekerjasama agar bisa memenuhi target dengan sukarela.
Itu yang disebut menginspirasi. Guru yang baik, mampu menumbuhkan kepercayaan diri anggotanya. Dan kita tidak akan bisa membayangkan betapa hebatnya apa yang bisa dilakukan sebuah tim ataupun priabdi jika masing-masing anggota percaya pada kekuatan diri mereka sendiri.
4.Tugas guru yang utama adalah memberi makna. Pemberian makna ini, dengan memberikan 1 umpan di awal sesi atau di pagi hari dan dengan 2 kuncian atau refleksi di tiap akhir hari/ akhir kelas.
Tanpa ekspektasi yang jelas di awal. Tanpa fokus kepada proses, dan tanpa refleksi, dapat dipastikan murid gagal mengambil pelajaran. Jika tindak tanduk yang guru lakukan sudah menginspirasi orang untuk bermimpi lebih, belajar lebih, berbuat lebih, maka kita sudah menjadi pemimpin. Ekspektasi � Proses � Refleksi.
5.Bawa keriangan dan kebahagiaan dalam pelajaran yang anda ampu! Riang dan bahagia disebut dengan jelas oleh Tuhan sebagai tanda rahmat-Nya (surat Al Insaan). Dan keriangan itu menular. Mudahkanlah, jangan dipersulit.
6.Guru yang mengajar dengan cinta, paham kekuatan RESPEK dan PUJIAN, dan ia melakukannya dengan cara yang benar.
7.Guru yang hebat mampu melihat kekuatan pada masing-masing muridnya.
Di situlah fungus kita ada, membantu menemukan bintang terang dan berlian yang sudah ada dalam diri masing-masing anak dan menggosoknya hingga cemerlang. Konstelasi dengan bintang yang lain akan membuatnya makin cemerlang dan melipatgandakan manfaat. Apa yang kita fokus, tumbuh. Maka fokuslah kepada hal-hal positif dan kekuatan anak-anak ini.
8.Berani dan inisiatif yang membuat seseorang itu, guru yang memimpin
Kita ini guru yang akan menciptakan pemimpin. Hanya guru hebat yang menciptakan pemimpin. Kita tidak menciptakan pengikut. Kita tidak menciptakan ensiklopedia berjalan bukan? Dengan hafalan-hafalan fakta-fakta yang ada layaknya di sebuah ensiklopedia? Karena yang layak untuk sekuat tenaga dihafalkan hanya Al Quran. Kita ini membawa misi pendidikan sejati, kekhalifahan.
Dan ternyata yang dilakukan guru hebat adalah semua kekuatan yang dilakukan oleh seorang pemimpin yang hebat. Jika kata guru di atas diganti menjadi pemimpin, maka yang akan terjadi, kalimat tersebut sama persis yang ada di quote-quote tentang pemimpin.

Mengeluh

Tulisan Rhenald Kasali ini layak disimak...

Guys, dolar sudah tembus Rp 13.3 ribu. Sebentar lagi akan banyak kita saksikan postingan yang hanya mengeluhkan keadaan dan complain. Padahal bagi mereka yang memiliki entrepreneurial thinking & action, remember this one: Every single bad news is good news. It is opportunity.
Dulu saat dollar tembus Rp 17.000 (krismon 1998) dimana-mana hanya ada komplain, karena sebagian besar pengusaha hutangnya in USD. Tetapi diam-diam petani kopi di Lahat, lampung, dll, hidup senang dari export.

Demikian juga exportir lainnya. Senang diam saja. Rugi, ramai!
Tentu ini tidak akan menyenangkan bagi mereka yang berpenghasilan tetap: PEGAWAI. Apalagi jika sudah sangat konsumtif. Tentu ini menyulitkan bagi pengrajin Tempe, karena sebagian besar bahan baku kedelai kita masih impor. Tapi ini baik bagi petani kedelai lokal.
Sayangnya, luas lahan pertanian kedelai untuk memenuhi perut kita yang doyan makan tempe tidak memadai. Selain masakah alam dan logistic.

Sayangnya pula, ini menjelang hari raya. Kebutuhan pangan kita sedang tinggi2nya. Stok kita pun perlu penanganan khusus, sebab kita tinggal di negri kepulauan yang uang untuk bangun infrastrukturnya bertahun2 telah kita bakar buat subsidi BBM di daerah padat.

Dan KEPAHITAN INI masih harus kita jalani minimal 3 tahun ke depan. Mengapa 3 TAHUN?. Karena inilah PERUBAHAN. Ketika kurva ekonomi sedang naik ke atas, kita bongkar karena ekonomi selama ini TIDAK BALANCE. Selama ini tidak balance antara kapitalisme dengan kerakyatan, antara Indonesia barat dengan timur, antara plutokrat dengan buruh.
KITA Bongkar, terjadi perubahan, kurva pertama dalam SIGMOID CURVE kita tinggalkan. Masuk ke kurva kedua, harus siap turun dahulu. TURUN karena rakyat kaya tak disubsidi BBM nya, impaknya pada harga pangan, tapi infrastruktur yang dibangun baru akan jadi 3 tahun lagi.
PADAHAL infrastruktur yang buruk itulah yang mengakibatkan kita kalah bersaing dengan negri jiran, logistic cost kita mahal, ketimpangan dsb. Pelabuhan2 baru yang lautnya dalam, dermaga lebih luas, dengan teknologi baru, akan jadi 3 tahun lagi. Kita baru pada tahap groundbreaking.

Selama 30 tahun Jasa Marga hadir, kita hanya bisa membangun 800 km jalan tol. Kini akan dibangun jalan tol baru besar2an. Selama bertahun2 kita sedikit sekali mebangun power plant, bberapa tahun terakhir hanya 1.000-2.000 MW. Kini dibangun 7-10.000 MW setahun. Selama puluhan tahun kereta api hanya ada di jawa dan sebagian Sumatra, tahun depan ribuan KM akan dibangun di semua pulau Nusantara.
Semua itu akan membuat kita lebih baik, tapi 3-5 tahun lagi. Sabarkah kita? Ini masalah besar. Kesabaran bukan masalah kecil. Sulit disangkal kita tengah terbelenggu oleh Zona Nyaman. Nyaman dengan uang banyak, pulsa murah, bebas bicara, dan jual kecap. Kita lagi senang ganti gadget, motor-mobil, ziarah, piknik, umroh, beli tas mewah (40% yang antree di hermes Paris adalah orang kita).

Pengacara kita juga senang karena sedang banyak kasus korupsi, prostitusi, artis konflik, sengketa tanah, judicial review dst. Feenya pun tinggi. Dokter juga senang karena rumahsakit penuh terus, penyakit tak kunjung habis di negri ini. Bahkan dukun pun sibuk.
Wirausaha juga senang karena masih bisa menghindar dari pajak, meski perijinan mahal, toh bisa usaha tanpa izin. Guru2 juga senang karena sejak gajinya membaik, status lebih menatik, motor pun berganti mobil.
Politisi yang korup juga makin senang karena KPK sedang melemah dan mereka bisa mengajukan praperadilan. Orangtua pun senang karena memasukkan anak ke SD sampai SMA pun gratis. Tak banyak yang menyadari bahwa uang kuliah kita pun underprice. Kebanyakan preman pun juga senang karena mereka bisa membuat ormas yang tak bisa dibubarkan. Ormas2 bisa jadi alat untuk menekan, demo bayaran dll.
Tetapi semua itu selalu disambut dengan PENYANGKALAN.

Menyangkal telah menjadi kaya. Kita terus merasa miskin dan akhirnya kelakuan kita pun bak rakyat miskin. Kita menjadi lebih banyak menuntut ketimbang berbuat, blamming others ketimbang mengkoreksi diri, mencari2 kesalahan ketimbang usulan. Kita menjadi lebih banyak ingin menguasai, mengambil. Ketimbang memberi. Dan menjadi tak sabaran.
Padahal, perubahan kita suarakan. Kita tuntut. Namun tak banyak yang mengerti, perubahan itu artinya PENGORBANAN. PERUBAHAN itu butuh kita. Butuh dukungan moril. Bukan hujatan. Kalau anda hujat, mereka akan kembali POPULIS dan AMBIGU seperti masa lalu.

BERBAHAGIALAH kalian yang bersabar, yang sudah melihat (masa depan itu), meski BELUM TERLIHAT. NAMUN kasihanilah, mereka yang DIBUTAKAN, apalagi yang sudah buta namun mulutnya pedas, enteng menghujat dan selalu menyuarakan kebencian.

Sekali lagi, PERUBAHAN butuh KITA. Jangan buang waktu. BERBUAT jauh lebih baik ketimbang mencari-cari kesalahan. Kata E Rossevelt, The Future belongs to those who believe in the beauty of their dreams. Action Kata E Rossevelt, The Future belongs to those who believe in the beauty of their dreams. Action yuk.

(Rhenald Kasali)

Semua yang kita perjuangkan butuh pengorbanan. Tuhan mengatakan, jalannya orang-orang beriman mendaki lagi terjal. Menurut pandangan saya, hanya orang-orang beriman yang mampu berkorban untuk masa depan yang lebih baik. Semoga kita semua termasuk dalam golongan orang-orang yang beriman.

Pemimpin dan peci besar

Kapan ya pemimpin2 Indonesia memakai peci spt mereka yg memiliki makna mendalam : Kalau melihat gambar Sultan-sultan Dinasti Ottoman di Turky, kelihatan peci mereka besar-besar, apa nggak keberatan, ya?
Ternyata, itu bukan sekedar peci, topi, atau mahkota, tetapi kain kafan yang dipersiapkan untuk mereka, kain kafan diikat menjadi mahkota, dan itu adalah salah satu syarat menjadi Sultan.
Artinya, setiap Sultan yang memimpin Turky harus berjiwa mujahid, harus berani memimpin perang dan berada di barisan terdepan, dan itu juga sebagai pengingat kepada Sultan, bahwa kematian selalu mengintainya, dan kain kafan sudah disiapkan, sehingga dalam memimpin Negara dan rakyat, dia harus sadar bahwa itu hanya amanah, bukan keren-keranan, bukan buat bangga-banggaan, tapi itu adalah kesempatan mengumpulkan kebaikan, dan saat dia mau berbuat zalim, dia akan ingat kalau kain kafan selalu di kepalanya, kapan saja dia bisa mati.
Sultan Bayazid, salah satu Sultan yang syahid di medan perang melawan tentara Romawi yang berkoalisi dengan Rusia dan Jerman, beliau syahid dan dikafani dengan kain pecinya itu.

Menghormati yang tidak berpuasa

12 tahun silam, saat saya baru lulus kuliah, saya sudah menemukan konsep baru yang sangat membingungkan ini: Orang2 berpuasa diminta menghormati orang2 yang tidak berpuasa. Maka, saat ramadhan datang, apa salahnya jika tempat2 hiburan tetap buka, rumah makan tetap beroperasi penuh, dsbgnya. Apa salahnya jika klub malam tetap beroperasi. Toh, mereka juga mencari makan, nafkah dari bisnis mereka.

Saya membaca tulisan itu di milist (jaman itu belum ada media sosial). Saya masih muda, masih tidak berpengalaman. Saat membaca tulisan tersebut, aduhai, isinya masuk akal sekali. Benar loh, kan kita berpuasa itu disuruh menahan diri, agar jadi lebih baik, masa' kita akan tergoda saat melihat warung buka, masa' kita akan tergoda saat melihat tempat hiburan ada di mana2? Full beroperasi. Kalau masih, berarti puasa kita nggak oke. Itu logika yang masuk akal sekali. Tapi saya bersyukur, saya tidak pernah membiarkan "logika" sendirian saat menentukan prinsip2 yang akan saya gigit. Saya selalu memberikan kesempatan mendengarkan pendapat lain.

Baik. Itu mungkin masuk akal, orang2 berpuasa disuruh menghormati orang2 tidak berpuasa, tapi di mana poinnya? Apakah orang2 yang berpuasa mengganggu kemaslahatan hidup orang2 tidak berpuasa? Apakah orang2 berpuasa ini punya potensi merusak? Sehingga harus ada tulisan, himbauan, pernyataan: kalian yang puasa, hormatilah orang yang tidak berpuasa. No way, man, itu logika yang bablas sekali. Saya tahu, ada banyak razia penuh kekerasan dilakukan kelompok tertentu atas tempat2 hiburan, warung2, dll. Tapi itu bukan cerminan kelompok besar muslim di negeri ini. Kelompok besarnya, bahkan tidak suka dengan cara2 penuh kekerasan ini, pun tidak suka dengan kelompok ini.

Lantas siapa yang seharusnya menghormati?

Default dalam situasi ini adalah: ingatlah baik2, ramadhan itu sudah ribuan tahun usianya, 1.434 tahun tepatnya. Bahkan perintah shaum, itu hampir seusia manusia di bumi ini, agama2 terdahulu juga memilikinya. Kalau itu sebuah tradisi, maka dia lebih tua dibanding tradisi apapun yang kalian kenal, silahkan sebut tradisinya, puasa lebih tua. Maka, tidak pantas, manusia yang usianya paling rata2 hanya 60 tahun, tiba2 mengkritisi puasa, memandangnya sebagai sesuatu yang artifisial, tidak penting, dsbgnya. Ramadhan adalah bulan paling penting dalam agama Islam, jelas sekali posisinya.

Sama dengan sebuah komplek, itu komplek sudah 1.434 tahun punya tradisi tidak boleh memelihara hewan peliharaan. Kemudian datanglah keluarga baru, membawa hewan yang berisik sekali setiap malam. Siapa yang disuruh menghormati? Wow, warga satu komplek yang disuruh menghormati keluarga dengan hewan berisik? Demi alasan egaliter, HAM, kesetaraan, kebebasan, dan omong kosong lainnya. Kalian tahu, ketika orang2 tidak punya argumen substantif dalam hidup ini, maka senjata mereka memang hanya itu: kebebasan. Amunisi paling mudah saat melawan agama adalah: kebebasan. Hingga lupa, siapa sih yang over sekali menyikapi situasi ini?

Karena sejatinya, tidak ada pula yang menyuruh warung2 full tutup, warung2 makan cukup diberikan tirai saat bulan Ramadhan, semua baik2 saja. Itu lebih dari cukup. Lantas soal klub malam? Diskotik? Tempat2 menjual minuman keras? Kalian punya 11 bulan untuk melakukannya, diminta libur sebulan, apa susahnya? 11 bulan orang lain menghormati kalian melakukannya, maka tiba giliran 1 bulan, apa susahnya mengalah? Tidak perlu sampai ribut, sampai berantem, sampai dirazia, cukup kesadaran diri saja. Tidak ada yang meminta kalian tutup 12 bulan.

Kusutnya masalah ini, kadang yang mengotot sekali justeru sebenarnya beragam Islam. Orang2 yang beragama lain, sudah otomatis menyesuaikan diri. Saya punya banyak teman2 non Islam, saat mereka makan siang, mereka dengan sangat respek minta ijin, bisa menempatkan diri dengan baik. Hampir semua agama itu punya ibadah yang harus dihormati. Di Bali misalnya, saat Nyepi, mau agama apapun, semua orang diminta menghormati Nyepi. Tidak ada alasan: kebebasan, boleh dong saya hura2 saat Nyepi.

Saya tahu, silahkan saja jika kalian tetap punya tapi, tapi dan tapi. Saya hanya mengingatkan: sekali orang2 mulai terbiasa membalik2 logika, dalam urusan ini, hanya soal waktu, besok lusa akan ada yang bilang: adzan di masjid itu mengganggu. Kemudian orang2 akan mengangguk, mengamini, benar juga ya, kenapa harus teriak2 sih adzannya? Kenapa harus pakai speaker? Kan bisa pakai SMS, miskol, dll. Itu pemeluk agama Islam kok bego banget, tidak tahu teknologi.

Saat itu terjadi, maka silahkan tanggung dosanya, wahai kalian, orang2 yang bangga sekali dengan logika hidupnya. Bangga sekali dengan kepintarannya berdebat, kalian --mungkin tanpa menyadarinya-- telah memulai menggelindingkan bola salju agar orang2 lain mulai meninggalkan agamanya.

Terakhir, ada jutaan anak2 kami yang baru belajar puasa ramadhan ini, saat mereka pulang sekolah TK, SD, saat mereka habis2an menahan haus dan lapar, maka jika kalian yang keblinger sekali pintarnya tidak bisa melihat mozaik besar ramadhaperinta lihatlah anak2 ini, mereka sedang berusaha taat melaksanakan perinta agama--bahkan saat mereka belum tahu-menahu. Hormatilah anak2 kami ini. Jangan suruh mereka menghormati orang2 yang tidak berpuasa.

*Tere Darwis Tere Liye

Tentang kebangkitan nasional

EDISI 20 MEI HARI KEBANGKITAN NASIONAL

Supaya kita Melek Sejarah,

Syarikat Islam (SI) VS Boedi Oetomo

1. TUJUAN
SI -> bertujuan Islam Raya dan Indonesia Raya
BO -> bertujuan menggalang kerjasama guna memajukan Jawa-Madura (Anggaran Dasar BO Pasal 2).

2. SIFAT
SI -> bersifat Nasional untuk seluruh bangsa Indonesia.
BO -> bersifat kesukuan yang sempit, terbatas Jawa-Madura.

3. BAHASA
SI -> berbahasa Indonesia, anggaran dasarnya ditulis dalam bahasa Indonesia
BO -> berbahasa Belanda, anggaran dasarnya ditulis dalam bahasa Belanda

4. Sikap terhadap Belanda
SI -> bersikap non-koperatif dan anti terhadap penjajahan kolonial Belanda.
BO -> bersifat menggalang kerjasama dengan Belanda, krn sebagian besar tokoh-tokohnya terdiri dari kaum priyayi pegawai pemerintah kolonial Belanda.

5. Sikap terhadap Agama
SI -> membela Islam dan membela/memperjuangkan keadilan
BO -> bersikap anti Islam dan anti Arab (dibenarkan oleh sejarahwan Hamid algadrie dan DR Radjiman)

6. PERJUANGAN terhadap kemerdekaan
SI -> memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan mengantar bangsa ini melewati pintu gerbang kemerdekaan
BO -> tidak pernah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan telh membubarkan diri tahun 1935, sebab itu tidak mengantarkan bangsa ini melewati pintu gerbng kemerdekaan.

7. Korban perjuangan
SI -> anggota SI berdesak-desakan maduk penjara, ditembak mati oleh Belanda, dan banyak anggotamya dibuang ke Digul.

8. Kerakyataan
SI -> bersifat kerakyatan dan kebangsaan.
BO -> bersifat feodal dan keningratan

9. Melawan Arus
SI -> melawan arus penjajahan
BO -> menurut kemauan arus penjajah

10. KELAHIRAN
SI -> Syarikat Islam a.k.a Syarikat Dagang Islam lahir 16 Okt 1905, 3 tahun sblm BO.
BO -> lahir pada 20 Mei tahun 1908.

Hari Kebangkitan Nasional yg sejak tahun 1948 kadung diperingati setiap tgl 20 mei, seharusnya dihapus dan diganti menjadi tgl 16 Oktober.

Tidak ada alasan apapun yg masuk akal dan logis utk menolak hal ini.

Dan seyogyanyalah, di orde reformasi ini sejarah bangsa harus diluruskan.

Fakta-fakta sejarah harus di kritisi dengn jernih agar anak cucu kita kelak bisa mewarisi sejarah yang benar, bukan sejarah yang berisi kebohongan dan kepalsuan.

Koreksi sejarah bangsa oleh Prof. Mansur Suryanegara,  Budi Utomo adalah sekumpulan mahasiswa jawa yg ningrat anti nasionalis,menghina islam di media jawa hisworo , dilawan oleh cokro aminoto dg membentuk tentara kanjeng rasul, kalau sampai sekarang bangsa ini masih memperingati 20 Mei sbg hari kebangkitan nasional adalah kesalahan yg harusnya segera disudahi, bagaimana lahirnya budi utomo diperingati sebagai kebangkitan nasional sedangkan dia anti nasionalisme dan menolak konggres pemuda 1928,

Bukti sejarah tak terbantahkan bahwa syarikat islamlah yang pertama kali membangkitkan semangat nasionalisme di konggres SI surabaya 1916,

Cokroaminoto guru  para pendiri bangsa

Bangsa kasihan

BANGSA   KASIHAN
Karya: Kahlil  Gibran,
Turkey - 1912

Kasihan bangsa
yg mengenakan pakaian yg tidak ditenunnya,
memakan roti dari gandum yg tidak ia panen,
dan meminum susu yg ia tidak memerasnya.

Kasihan bangsa
yg menjadikan orang dungu sebagai pahlawan
dan menganggap penindasan penjajah sebagai hadiah.

Kasihan bangsa
yg meremehkan nafsu dalam mimpi-mimpinya ketika tidur,
sementara menyerah padanya
ketika bangun.

Kasihan bangsa
yg tidak pernah angkat suara
kecuali jika sedang berjalan
di atas kuburan,
tidak sesumbar
kecuali di reruntuhan,
dan tidak memberontak
kecuali ketika lehernya sudah berada
di antara pedang dan landasan.

Kasihan bangsa
yg negarawannya serigala,
filosofnya gentong nasi,
dan senimannya tukang tambal dan tukang tiru.

Kasihan bangsa
yg menyambut penguasa barunya dengan terompet kehormatan,
namun melepasnya dengan cacian,
hanya untuk menyambut penguasa baru lain
dengan terompet lagi.

Kasihan bangsa
yg orang sucinya dungu
menghitung tahun-tahun berlalu,
dan orang kuatnya masih dalam gendongan.

Kasihan bangsa
yg terpeccah-pecah,
dan masing-masing pecahan
menganggap dirinya sebagai bangsa.

Kasihan bangsa
Alamnya yg indah,
Sawahnya hijau sepanjang masa
Tapi banyak penjahat dan orang bodoh
Dijadikan pemimpin negara

Kasihan bangsa
Hasil laut, tambang dan hutannya
Seperti sorga di dunia
Tapi banyak rakyatnya menderita
Karena kejujuran dan keadilah telah sirna

Kasihan bangsa
Tempat2 ibadahnvya penuh
Puja dan puji selalu menggema
Tapi para pencuri tertawa-tawa
Karena mereka bebas semaunya.....

Pendidikan untuk orang dewasa

[5/5 09.53] Lendo Novo: Sejak 20 tahun yg lalu kita meyakini bahwa utk membangun generasi emas kita harus memulai dari pendidikan sejak di kandungan. Dan kita semua telah berupaya memulainya, insya Allah ada keberkahan dari apa yg kita perjuangkan. Tapi tunggu dulu, setelah abang perhatikan benar2 isi Al Qur'an dan Hadits Rasulullah Saw beberapa tahun terakhir ini, abang menemukan hampir 90% lebih isinya mengenai pendidikan orang dewasa. Rasulullah Saw membangun kader inti (para sahabat) yg sebagian besar adalah orang2 dewasa (yg paling muda sahabat Ali). Kemudian semua perintah dan peraturan ditujukan kepada orang dewasa. Dan yg hebatnya hanya dalam 23 tahun membina orang dewasa, Rasulullah Saw berhasil mengubah peradaban dunia. Sepertinya teman2 sudah harus banyak belajar pendidikan orang dewasa dan mulailah dgn para ortu murid sebagai ladang dakwah kita, bgm menurut teman2?
[5/5 10.24] Ust Nurul Khamdi: Menurut beberapa ahli siroh nabawiyah, orang arab diberi kesempatan unt. Dididik nabi karena mereka masih memiliki kehanifan yg bersumber kpd. Ajaran nabi ibrohim. Disisi lain bani isroil sdh benar2 menyimpang jauh.
[5/5 10.26] Ust Nurul Khamdi: Tradisi mendidik anak2 unt belajar bersama alam menjadi ciri khas masyarakat ini. Sehingga pendekatan belajar unt. Anak2. Sdh baik tinggal sedikit penyempurnaan.
[5/5 10.28] Ust Nurul Khamdi: Kita melihat keragaman talent dan optimalnya kompetensi sahabat nabi, dan ketika diubah landasannya dg keimanan mk. Peradaban baru terbentuk dg kokoh.
[5/5 10.28] Ust Nurul Khamdi: Hari ini kita menghadapi:
[5/5 10.31] Ust Nurul Khamdi: 1.pembelajaran sekuler unt anak
2  orang tua sekuren
3. Metoda belajar yg tdh sesuai fitroh
Butuh reformasi pendidijan UNTUK ORTU sekaligus UNT ANAK