RSS

Menjalankan kelas yang kompak dan berprestasi!

Kenapa harus kompak, karena kelas-kelas ini adalah perwujudan amal jama扞 untuk mempraktekkan persaudaraan sebagai bangunan yang kokoh, bunyaanun mashush (QS 61:4)
Dalam dunia kerja ini, mampu bekerja dalam tim yang melibatkan akhlak dan kecerdasan emosi tinggi, jauh lebih diperlukan dari kepandaian seseorang. Dalam kehidupan beragama, ini adalah amal bersama itu sendiri, bangunan yang kokoh yang dicintai Allah. Sinergi bekerjasama memungkinkan hasil yang didapat atau prestasi yang diraih akan jauh lebih bernilai.
Kelas yang kompak dan berprestasi dimulai dari guru yang hebat. Dan yang hanya dilakukan oleh guru yang hebat adalah sebagai berikut:
1.Guru yang hebat memulai dengan pemahaman otoritas kelas
Otoritas bisa kita perkenalkan dengan verbal, misalnya dengan:
Selamat datang di kelasku, aku senang bertemu denganmu. Ini kelasku, yang juga milikmu. Kalau di rumah, ayah bundamu adalah pemimpinmu, di sini, aku dan bapak A adalah pemimpinmu. insyaAllah kami akan memberikan yang terbaik untukmu, dan kita akan mengalami perjalanan seru selama setahun ke depan. Tugasku adalah membimbingmu dan memastikan pembelajaran berjalan sebagaimana mestinya. Tugasmu adalah banyak-banyak melakukan hal baik, karena hanya amal baiklah yang membuat kita bahagia.
Penandaan sebuah otoritas dengan perbuatan adalah: Anda harus berada di kelas 5 menit lebih awal dari anak murid yang pertama kali datang, itu otomatis memberikan anda otoritas. Perbuatan lebih utama dari kata-kata. Mengapa harus ada otoritas? Karena anda pemegang tanggungjawab, dan pemegang tanggungjawab harus mempunyai wewenang. Harga sebuah kehebatan adalah tanggungjawab. Tanggungjawab adalah sebuah nilai yang membuat seseorang itu hebat.
Anak-anak dan siswa butuh mengetahui otoritas dan belajar hidup bersamanya, dengan ujungnya pemilik segala otoritas adalah Allah.
2.Guru yang hebat membangun ekspektasi yang jelas sejak awal tahun, baik kepada anak murid, kepada orangtua dan terutama kepada dirinya sendiri. Komunikasikan juga ekspektasi detil per harinya/ per kegiatan.
Ekspektasi atau pengharapan, target, harus dikomunikasikan dengan baik. Harus dijaharkan, ditulis, dan anak-anak tahu apa yang akan mereka tuju selama bersama anda, atau selama berskolah di situ. Ekspektasi bisa juga disebut visi dan keyakinan.
Guru yang baik bisa menjelaskan, apa sebab kita melakukan apa yang sedang kita lakukan sekarang dan selanjutnya.
Hakikat guru adalah ia punya VISI dan KEYAKINAN bahwa hal itu akan tercapai. Guru menginspirasi kekuatan dan energi untuk mewujudkannya.
Mohondilihat highlight dan salplan.
3.Menginspirasi murid sehingga mengejar target berdasarkan kemauan sendiri
Misalnya:
Oke, dalam 6 bulam ke depan kita akan belajar tentang CUACA. Menemukan kehebatan Tuhan dalam makhluk bernama cuaca. Kita akan mengerahkan usaha sebaik mungkin. Mengasah otak kita, hati, rasa dan akhlak, dan aku yakin kita akan bersama-sama melakukannya. Bla bla
Guru itu menetapkan tujuan tanpa perlu menggiring pasukannya. Guru mendorong orang melakukan sesuatu dengan sukarela hingga dengan kekuatan dan keinginan mereka sendiri, anak-anak ini akan berlomba-lomba dan bekerjasama agar bisa memenuhi target dengan sukarela.
Itu yang disebut menginspirasi. Guru yang baik, mampu menumbuhkan kepercayaan diri anggotanya. Dan kita tidak akan bisa membayangkan betapa hebatnya apa yang bisa dilakukan sebuah tim ataupun priabdi jika masing-masing anggota percaya pada kekuatan diri mereka sendiri.
4.Tugas guru yang utama adalah memberi makna. Pemberian makna ini, dengan memberikan 1 umpan di awal sesi atau di pagi hari dan dengan 2 kuncian atau refleksi di tiap akhir hari/ akhir kelas.
Tanpa ekspektasi yang jelas di awal. Tanpa fokus kepada proses, dan tanpa refleksi, dapat dipastikan murid gagal mengambil pelajaran. Jika tindak tanduk yang guru lakukan sudah menginspirasi orang untuk bermimpi lebih, belajar lebih, berbuat lebih, maka kita sudah menjadi pemimpin. Ekspektasi � Proses � Refleksi.
5.Bawa keriangan dan kebahagiaan dalam pelajaran yang anda ampu! Riang dan bahagia disebut dengan jelas oleh Tuhan sebagai tanda rahmat-Nya (surat Al Insaan). Dan keriangan itu menular. Mudahkanlah, jangan dipersulit.
6.Guru yang mengajar dengan cinta, paham kekuatan RESPEK dan PUJIAN, dan ia melakukannya dengan cara yang benar.
7.Guru yang hebat mampu melihat kekuatan pada masing-masing muridnya.
Di situlah fungus kita ada, membantu menemukan bintang terang dan berlian yang sudah ada dalam diri masing-masing anak dan menggosoknya hingga cemerlang. Konstelasi dengan bintang yang lain akan membuatnya makin cemerlang dan melipatgandakan manfaat. Apa yang kita fokus, tumbuh. Maka fokuslah kepada hal-hal positif dan kekuatan anak-anak ini.
8.Berani dan inisiatif yang membuat seseorang itu, guru yang memimpin
Kita ini guru yang akan menciptakan pemimpin. Hanya guru hebat yang menciptakan pemimpin. Kita tidak menciptakan pengikut. Kita tidak menciptakan ensiklopedia berjalan bukan? Dengan hafalan-hafalan fakta-fakta yang ada layaknya di sebuah ensiklopedia? Karena yang layak untuk sekuat tenaga dihafalkan hanya Al Quran. Kita ini membawa misi pendidikan sejati, kekhalifahan.
Dan ternyata yang dilakukan guru hebat adalah semua kekuatan yang dilakukan oleh seorang pemimpin yang hebat. Jika kata guru di atas diganti menjadi pemimpin, maka yang akan terjadi, kalimat tersebut sama persis yang ada di quote-quote tentang pemimpin.

0 komentar:

Posting Komentar